Mendidik Administrator Negara Yang Berkarakter Di Era Revolusi Industri 4.0

Waskita Dharma – 12-13 Februari 2020, telah berlangsung acara pembekalan Praktek Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial & Politik Waskita Dharma Malang, dengan tema Mendidik Administrator Negara Yang Berkarakter Di Era Revolusi Industri 4.0
Pembekalan Ini bertempat di Kampus 2 Jl. Indragiri V No. 52-53, Malang di Lt.3. Yang diikuti seluruh mahasiswa semester VII.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Sekolah Tinggi Drs. Stef. Alam Sutardjo, M.Si, dan Ketua Kaprodi Drs.Suryo Hartoko,M.Si

Drs. Alam Sutardjo, M.Si mengungkapkan banyak hal yang harus diubah oleh negara yang ingin maju. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia, terlebih saat ini Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0 dengan tingkat persaingan yang semakin ketat. Dari sejumlah perubahan yang harus dilakukan, perbaikan SDM adalah salah satu hal yang harus sangat diperhatikan. Perbaikan tersebut dapat terlaksana salah satunya dengan cara mengubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada.

Setidaknya ada tiga hal yang perlu diubah Indonesia dari sisi edukasi. Pertama dan yang paling fundamental adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak muda Indonesia saat ini. Kedua, pentingnya peran sekolah dalam mengasah dan mengembangkan bakat generasi penerus bangsa. Ketiga dan yang terakhir adalah pengembangan kemampuan institusi pendidikan tinggi untuk mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini.

Untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif, serta kompetitif. Hal tersebut salah satunya dapat dicapai dengan cara mengoptimalisasi penggunaan teknologi sebagai alat bantu pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan output yang dapat mengikuti atau mengubah zaman menjadi lebih baik. Indonesia pun perlu meningkatkan kualitas lulusan sesuai dunia kerja dan tuntutan teknologi digital.

Drs. Suryo Hartoko, M.Si menambahkan Di era 4.0 saat ini, administrasi publik menghadapi beragam tantangan dan perlu bereformasi. Tantangan tersebut termasuk lahirnya era digital yang mendorong ekspektasi akan keterbukaan, kecepatan dan akurasi layanan publik yang diberikan pemerintah.

Menurutnya, reformasi administrasi publik berperan penting, stratejik, dan bahkan merupakan prasyarat dalam memperkuat kualitas demokrasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan, administrasi publik merupakan enabling factor dalam pembangunan bangsa dan negara.
“Kita harus mengambil sisi positif dari Western dan Asian Values untuk menghadapi tantangan governansi global di era yang serba 4.0 ini,” tambah dia.

Bagaimana Merespon RI 4.0 dalam Persfektif Institusi dan Teknologi ?
Dari sudut pandang institusi, RI 4.0 membawa harapan dan tantangan. Harapannya adalah adanya peluang efisiensi dan produktivitas yang akan membuka pasar baru dan pertumbungan ekonomi. Pada saat yang bersamaan, revolusi industri menimbulkan tantangan khususnya gangguan terhadap tenaga kerja. Keuntungan terbesar adalah bahwa RI 4.0 mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup, orang dapat bekerja lebih baik dan waktu yang lebih sedikit, dan kebutuhan mereka dapat dipenuhi secara lebih efisien dan dalam platform digital. Dengan demikian semua pekerjaan rutin akan hilang karena akan dikerjakan oleh robot dan peran individu dalam organisasi akan berhubungan dengan aktivitas audit, berinovasi dan berfikir kritis.

Selanjutnya dengan akselerasi perubahan dunia, dengan siklus disrupsi yang cepat dalam industry dan dengan tumbuhnya automasi, istilah educated (terdidik) bagi seseorang tidak begitu bermakna lagi. Seorang individu harus mempunya ‘kelincahan belajar’ yaitu kemampuan untuk belajar, mengadaptasikan, dan menerapkannya secara cepat.

Untuk itu PKL penting bagi Mahasiswa karena bermanfaat bagi mahasiswa yang kelak akan terjun ke dalam dunia dan lingkungan masyarakat serta tujuan yang sangat diharapkan dalam pelaksanaan PKL yaitu mahasiswa yang dituntut untuk disiplin dalam mengikuti aturan-aturan pada kantor/ instansi, juga menjadikan Administrator Negara Yang Berkarakter Di Era Revolusi Industri 4.0 sehingga dapat mengenal dunia kerja itu sendiri dan dapat bersaing dengan tenaga kerja lain nantinnya.

SEMINAR INTERNASIONAL The Role of Public Administrastor towards the Sustaninable energy in the world

Jeroen Rijnenberg.
Owner and founder of.
O&h Concepts, green infra and NaSu bv.
Jeroen Rijnenberg is a sustainable developer.
Next to his business he give seminars, masterclass and guide batcheler and master students from the University of Twente at his company.
He guide his students on a practical level to become a start-ups company.

Jeroen Rijnenberg is member of the UN global Compact yong profesionals. …..now, mr. Rijnenberg has given his experiences about the sustainable energy in stisospol waskita dharma. He is as main guest lecturer in one day seminar of “The role of public administrator towards the sustainable energy in the world, Tuesday, 12 November 2019 in auditorium waskita dharma malang. The seminar has been attended by the students of s1 degree and the post graduate student and also all the lectures stisospil waskita dharma malang.

mahasiswa yang dinyatakan lulus yudisium disiram dengan kembang tujuh rupa.

STISOSPOL Waskita Dharma – Ada yang unik dalam rangkaian kelulusan mahasiswa Stisospol Waskita Dharma. Jumat (25/10), mahasiswa yang dinyatakan lulus yudisium disiram dengan kembang tujuh rupa. Ritual ini sudah menjadi tradisi di Stisospol Waskita Dharma untuk para kompetisinya setiap hari sebelum mereka diwisuda.
Seperti pada Jumat siang, sekitar pukul 14.00 WIB, sebanyak 200 lebih mahasiswa satu per satu disiram dengan air kembang tujuh rupa oleh Ketua Yayasan dan Ketua Stisospol Waskita Dharma. Meski terlihat sederhana dan unik, acara ini berlangsung khidmat dan sakral. Para calon wisudawan yang saat itu mengenakan jas almamater warna biru menjadi basah kuyup.
Ketua Yayasan Waskita Dharma Dr. H. Sigit Wahyudi, MM., Mengatakan siraman dengan kembang tujuh rupa merupakan simbolis yang mengandung makna. Jiwa dan pikiran siswa harus bersih sebelum mereka jatuh ke masyarakat. “Siraman ini menjadi doa untuk membersihkan jiwa mereka dari noda yang mengotori hati. Mengumpulkan Waskita Dharma kembali ke masyarakat dengan hati bersih,” ucapnya kepada Malang Post.
Selain siraman air kembang tujuh rupa, Jumat siang juga ada burung yang bisa dilepas. Simbol ini mengandung makna yang tidak lama lagi dikembangkan oleh mahasiswa Stisospol Waskita Dharma akan terbang tinggi menjemput cita-cita mereka dengan membawa misi pengabdian melawan bangsa dan negara. “Setelah ini mereka akan diwisuda, artinya mereka harus siap mengamalkan ilmu pengetahuannya untuk kemajuan bangsa dan kemaslahatan masyarakat,” terangnya. Baca juga: Tewas Membunuh di Kamar Kos
Siraman air kembang tujuh rupa, sebagai simbol kebersihan hati, pengumpulan Stisospol Waskita Dharma. Tingginya ilmu yang mereka pertahankan dan diperkuat dengan sikap dan sikap yang baik.
Sigit diundang, Waskita Dharma tidak dapat diperoleh yang pintar saja. Bebas memahami yang pintar dan pintar. Yakni pintar mengamalkan ilmu, pintar memakai nama baik almamater, pintar mengizinkan norma dan etika. “Dengan lulus menjadi sarjana yang membuktikan bahwa mereka telah meningkat, maka analisis berpikirnya pun lebih tajam dan cerdas menyikapi segala kesulitan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Stisospol Waskita Dharma Drs. Stef. Alam Sutardjo, M.Si,

SEMINAR PERGURUAN TINGGI PASCA SARJANA STISOSPOL Waskita Dharma Malang

 

 

STISOSPOL WASKITA DHARMA – dalam pertemuan singkat tersebut yang berlangsung di bawean kabupaten Gresik Jawa Timur yang di hadiri oleh Ketua Yayasan STISOSPOL Waskita Dharma Malang, Dr. Sigit Wahyudi,. Drs.,SE., MM. dengan sejumlah tokoh masyarakat Bawean dalam rangka sosialisasi perguruan tinggi Pasca Sarjana STISOSPOL Waskita Dharma Malang, Jum’at 13/9

dalam pertemuan tersebut Dr. Sigit Wahyudi Drs., SE., MM. mengungkapkan bahwa permasalahan sekarang yaitu sulitnya dalam hal mencari lapangan kerjaan jika hanya mengandalkan sarjana jenjang strata satu yang pada notabetnya paling marak berjenjang atau setara dengan pendidikan lainnya maka dalam hal ini saya tegaskan bahwa persaingan dari masa ke masa semakin tinggi, terutama pada persaingan dalam menghadapi Revolusi- Revolusi mulai dari teknologi maupun dalam dunia pendidikan, ujarnya.

Dr. Sigit Wahyudi Drs., SE., MM. menambahkan bahwa tahun lalu Kampus STISOSPOL Waskita Dharma Malang Telah membuka Program Pasca Sarjana yaitu Prodi Magister Adminbistrasi Publik (MAP), dalam hal pelayanana terhadap masyarakat. sama halnya dengan Strata Satu (s1) STISOSPOL Waskita Dharma Malang yang sama – sama mengacu terhadap pelayanan Administrasi masyarakat karna membahas tentang pelayanan tata kelolah dalam pemerintahan.

angkatan ini merupakan angkatan yang kedua di tahun  2019 setelah agkatan sebelumnya sudah jalan dengan baik dan Alhamdulillah peminatnya cukup banyak padahal Program Pasca Sarjana STISOSPOL Waskita Dharma Tersebut dikatakan masih muda  sebab baru berjalan 2 tahun

Ketua Yayasan tersebut berharap akan memberikan pelayanan yang baik terhadap para calon mahasiswa Pasca Sarjana jika sudah tiba di Malang dan bisa melakukan proses perkuliahan dengan baik sesuai kebijaka yang di tetapkan di kampus STISOSPOL Waskita Dharma Malang. (stwd/aldi)