SEMINAR PERGURUAN TINGGI PASCA SARJANA STISOSPOL Waskita Dharma Malang

 

 

STISOSPOL WASKITA DHARMA – dalam pertemuan singkat tersebut yang berlangsung di bawean kabupaten Gresik Jawa Timur yang di hadiri oleh Ketua Yayasan STISOSPOL Waskita Dharma Malang, Dr. Sigit Wahyudi,. Drs.,SE., MM. dengan sejumlah tokoh masyarakat Bawean dalam rangka sosialisasi perguruan tinggi Pasca Sarjana STISOSPOL Waskita Dharma Malang, Jum’at 13/9

dalam pertemuan tersebut Dr. Sigit Wahyudi Drs., SE., MM. mengungkapkan bahwa permasalahan sekarang yaitu sulitnya dalam hal mencari lapangan kerjaan jika hanya mengandalkan sarjana jenjang strata satu yang pada notabetnya paling marak berjenjang atau setara dengan pendidikan lainnya maka dalam hal ini saya tegaskan bahwa persaingan dari masa ke masa semakin tinggi, terutama pada persaingan dalam menghadapi Revolusi- Revolusi mulai dari teknologi maupun dalam dunia pendidikan, ujarnya.

Dr. Sigit Wahyudi Drs., SE., MM. menambahkan bahwa tahun lalu Kampus STISOSPOL Waskita Dharma Malang Telah membuka Program Pasca Sarjana yaitu Prodi Magister Adminbistrasi Publik (MAP), dalam hal pelayanana terhadap masyarakat. sama halnya dengan Strata Satu (s1) STISOSPOL Waskita Dharma Malang yang sama – sama mengacu terhadap pelayanan Administrasi masyarakat karna membahas tentang pelayanan tata kelolah dalam pemerintahan.

angkatan ini merupakan angkatan yang kedua di tahun  2019 setelah agkatan sebelumnya sudah jalan dengan baik dan Alhamdulillah peminatnya cukup banyak padahal Program Pasca Sarjana STISOSPOL Waskita Dharma Tersebut dikatakan masih muda  sebab baru berjalan 2 tahun

Ketua Yayasan tersebut berharap akan memberikan pelayanan yang baik terhadap para calon mahasiswa Pasca Sarjana jika sudah tiba di Malang dan bisa melakukan proses perkuliahan dengan baik sesuai kebijaka yang di tetapkan di kampus STISOSPOL Waskita Dharma Malang. (stwd/aldi)

WORKSKOP Penulisan Dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis OJS Terindeks

Waskita Dharma- Dalam pertemuan  yang berlangsung di Gedung Kampus STISOSPOL Waskita Dharma Malang, Pada jam 10.00 Acara ini diselenggarakan oleh Narasumber Abdul Azizul Hakim. M.Pd dan Asbullah Muslim, S.Fil, M.Pdi. yang dihadiri oleh sejumlah audien Mahasiswa Pasca Sarjana STISOSPOL Waskita Dharma Malang yang membahas tentang Penulisan Dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis OJS Terindeks

 

Manfaat jurnal di Online kan  Bagi Peneliti  Mudah mencari jurnal yang berkualitas dengan melihat indeks sitasi/impact factor dari jurnal tersebut  Mudah melakukan pencarian berdasarkan topik tertentu dan dapat dilihat artikel yang paling banyak disitasi Bagi Institusi: Mengetahui kinerja peneliti/dosen melalui artikel yang dipublikasikan dan jumlah sitasinya  Mengetahui posisi universitas di antara universitas di Indonesia maupun di dunia

Transformasi menuju jurnal berbasis elektronik atau jurnal online memang sering dihadapkan pada tantangan penguasaan terhadap teknologi informasi. Karena itu saya gembira sekali Bapak Ibu yang hadir disini bersedia untuk kembali belajar untuk menguasai teknologi informasi yang digunakan dalam sistem OJS” ujar Abdul Azizul Hakim. M.Pd  membuka penyampaian materi. Peneliti yang berdomisili di Lombok (NTB) ini kemudian melanjutkan bahwa penguasaan sistem OJS dibutuhkan oleh semua pihak yang terlibat mulai dari penulis, editor, reviewer hingga penyusun tata letak jurnal dan tampilan situs. Untuk itu panduan untuk penulis yang ditampilkan pada situs perlu ditulis secara rinci.

Abdul Azizul Hakim. M.Pd Menambahkan Permasalahan Pengelolaan Permasalahn utama pengelolaan Jurnal di Indonesia Visibilitas dan aksesibillitas pengelolaan berkala belum baik karena belum menerapakan manajemen terbitan berkala ilmiah secara daring  Proses pengelolaan tulisan belum menerapakan standar  Kualitas penerbitan sebagian besar kurang baik  Pengendalian kualaita jurnal melalui proses penelahaan oleh mitra bestari dan pemaparan gaya selngkung belum konsisten  Kualitas substansi artikel belum terjaga dan di pertahankan dengan baik

 

Mahasiswa STISOSPOL Waskita Dharma Kembangkan Budidaya Serai Menjadi Produk Herbal

MALANG – Potensi pertanian serai yang cukup besar di Desa Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, dimanfaatkan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 4 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Politik (STISOSPOL) Waskita Dharma untuk mengembangkan budidaya serai menjadi satu produk herbal.  Produk tersebut berupa serbuk instan yang berkhasiat untuk kesehatan.

Ketua KKN Kelompok 4 Waskita Dharma, Eko Wahyu Adi mengatakan pengolahan dan pembuatan produk herbal dari bahan serai dapat menjadi aset perekonomian desa kedepan. “Dan kalau kita pelajari khasiat serai ini sangat banyak untuk kesehatan. Diantaranya untuk mengobati kolesterol, rematik, saluran pencernaan dan lain-lain,” ujarnya.

Ia yakin jika pembuatan serbuk serai dikembangkan dengan optimal, akan membantu perekonomian warga. Tinggal kesungguhan warga saja untuk mengolah serai yang ada menjadi serbuk herbal instan.  “Kami kira warga tidak akan kehabisan serai karena tanaman serai di desa ini melimpah,” katanya.

Warga Desa Sidorejo sendiri sangat antusias terhadap program inovasi yang ditawarkan para mahasiswa. Terbukti dengan banyaknya permintaan warga terhadap dilaksanakannya sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk tersebut.

Dan tidak hanya satu dusun saja, tetapi banyak dusun yang tertarik dan meminta mahasiswa untuk memberikan pelatihan. “Mereka antusias sekali, kami melakukan proker sampai empat kali, bahkan bisa lebih hanya untuk menularkan ilmu kepada warga,” ungkap Eko.

Hanya saja, kata dia, personil KKN yang hanya delapan mahasiswa tidak cukup untuk mengakomodasi seluruh permintaan warga. Sehingga hanya beberapa pelatihan saja yang bisa dilaksanakan.

Selain pembuatan produk herbal berbahan serai, selama masa KKN mahasiswa juga telah melaksanakan program lain. Diantaranya penanaman bunga matahari sebanyak 150 polybag.

Eko mengungkapkan, tanaman bunga matahari tersebut selain untuk penghijauan juga kenang-kenangan mereka untuk warga Sidorejo. Disamping itu kata dia, tanaman bunga matahari memiliki banyak manfaat, mulai dari bunga, tangkai, daun dan akarnya. “Ke depan kami ingin melihat desa Sidorejo menjadi desa wisata bunga matahari,” ungkapnya.

Sabtu (7/9) lalu, mahasiswa KKN 4 Waskita Dharma melaksanakan kegiatan Malam Kenangan dan Keakraban KKN Waskita Dharma, sebagai penutupan KKN. Kegiatan tersebut dikonsep dengan pagelaran seni budaya oleh anak-anak desa setempat.

Bekerjasama dengan seluruh Gubuk Baca yang ada di Desa Sidorejo, kegiatan pagelaran seni budaya sukses menghibur puluhan warga yang hadir dalam acara yang di gelar di Kantor Balai Desa tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dosen Pembimbing Lapangan, sekaligus Penanggung Jawab KKN Stisospol Waskita Dharma, Drs. H. Suryo Hartoko, M.Si menyampaikan terimakasih atas kesempatan yang diberikan Desa Sidorejo untuk para mahasiswanya. “Apa yang telah dilakukan oleh para mahasiswa merupakan wujud pengabdian yang ikhlas, mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat. Kami ucapkan terima kasih atas kerjasama dan kesempatan yang diberikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidorejo Moh. Mundhir Ali, ST., merasa senang atas kehadiran mahasiswa Stisospol Waskita Dharma. Selama sebulan mahasiswa melakukan pengabdian, telah memberikan banyak manfaat untuk kemajuan desa. “Mereka sangat semangat membantu warga, terutama di bidang pendidikan dan memberikan pelatihan kepada anggota PKK,” ungkapnya.

Pagelaran Seni Meriahkan Malam Kenangan Dan Keakraban KKN 4 STISOSPOL Waskita Dharma Malang

MALANG – Malam penutupan kegiatan KKN Kelompok 4 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Politik (STISOSPOL) Waskita Dharma berangsung penuh keakraban. Bertempat di Kantor Balai Desa Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, Sabtu (7/9) malam, puluhan warga larut dalam suasana gembira di kegiatan Malam Kenangan dan Keakraban KKN Waskita Dharma. Dalam kesempatan tersebut,  juga hadir perangkat Desa Sidorejo dan dosen pendamping mahasiswa KKN.

Mereka menyaksikan aksi anak-anak desa setempat yang menampilkan beberapa seni kreatifitas untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Seperti tari dan musik tradisional, puisi, bela diri dan lain-lain.

Delapan mahasiswa Waskita Dharma menggelar penutupan KKN mereka dengan konsep pagelaran seni budaya. Diawali dengan tari kewer-kewer dan dilanjutkan dengan puisi perjuangan.

Tak mau ketinggalan mahasiswa juga ikut tampil dalam acara tersebut. Eko Wahyudi salah satu mahasiswa KKN menampilkan seni bela diri.

Kepada Malang Post, Eko Wahyu Adi yang dalam hal ini sebagai Koordinator KKN Kelompok 4 Waskita Dharma mengatakan acara pagelaran seni sebagai penutup program KKN merupakan inisiatif para mahasiswa sendiri.

Meskipun tidak banyak persiapan yang dilakukan, acara seni dapat berlangsung dengan sukses. “Latihannya pun tidak banyak, karena mereka sudah terlatih di gubuk baca masing-masing,” ujarnya kepada Malangpostonline.com, beberapa waktu yang lalu.

Malam kenangan dan keakraban KKN Kelompok 4 Stisospol Waskita Dharma juga dimeriahkan oleh seluruh Gubuk Baca Desa Sidorejo dan Musik Keroncong kelompok seni warga.