Mahasiswa STISOSPOL Waskita Dharma Kembangkan Budidaya Serai Menjadi Produk Herbal

MALANG – Potensi pertanian serai yang cukup besar di Desa Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, dimanfaatkan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 4 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Politik (STISOSPOL) Waskita Dharma untuk mengembangkan budidaya serai menjadi satu produk herbal.  Produk tersebut berupa serbuk instan yang berkhasiat untuk kesehatan.

Ketua KKN Kelompok 4 Waskita Dharma, Eko Wahyu Adi mengatakan pengolahan dan pembuatan produk herbal dari bahan serai dapat menjadi aset perekonomian desa kedepan. “Dan kalau kita pelajari khasiat serai ini sangat banyak untuk kesehatan. Diantaranya untuk mengobati kolesterol, rematik, saluran pencernaan dan lain-lain,” ujarnya.

Ia yakin jika pembuatan serbuk serai dikembangkan dengan optimal, akan membantu perekonomian warga. Tinggal kesungguhan warga saja untuk mengolah serai yang ada menjadi serbuk herbal instan.  “Kami kira warga tidak akan kehabisan serai karena tanaman serai di desa ini melimpah,” katanya.

Warga Desa Sidorejo sendiri sangat antusias terhadap program inovasi yang ditawarkan para mahasiswa. Terbukti dengan banyaknya permintaan warga terhadap dilaksanakannya sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk tersebut.

Dan tidak hanya satu dusun saja, tetapi banyak dusun yang tertarik dan meminta mahasiswa untuk memberikan pelatihan. “Mereka antusias sekali, kami melakukan proker sampai empat kali, bahkan bisa lebih hanya untuk menularkan ilmu kepada warga,” ungkap Eko.

Hanya saja, kata dia, personil KKN yang hanya delapan mahasiswa tidak cukup untuk mengakomodasi seluruh permintaan warga. Sehingga hanya beberapa pelatihan saja yang bisa dilaksanakan.

Selain pembuatan produk herbal berbahan serai, selama masa KKN mahasiswa juga telah melaksanakan program lain. Diantaranya penanaman bunga matahari sebanyak 150 polybag.

Eko mengungkapkan, tanaman bunga matahari tersebut selain untuk penghijauan juga kenang-kenangan mereka untuk warga Sidorejo. Disamping itu kata dia, tanaman bunga matahari memiliki banyak manfaat, mulai dari bunga, tangkai, daun dan akarnya. “Ke depan kami ingin melihat desa Sidorejo menjadi desa wisata bunga matahari,” ungkapnya.

Sabtu (7/9) lalu, mahasiswa KKN 4 Waskita Dharma melaksanakan kegiatan Malam Kenangan dan Keakraban KKN Waskita Dharma, sebagai penutupan KKN. Kegiatan tersebut dikonsep dengan pagelaran seni budaya oleh anak-anak desa setempat.

Bekerjasama dengan seluruh Gubuk Baca yang ada di Desa Sidorejo, kegiatan pagelaran seni budaya sukses menghibur puluhan warga yang hadir dalam acara yang di gelar di Kantor Balai Desa tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dosen Pembimbing Lapangan, sekaligus Penanggung Jawab KKN Stisospol Waskita Dharma, Drs. H. Suryo Hartoko, M.Si menyampaikan terimakasih atas kesempatan yang diberikan Desa Sidorejo untuk para mahasiswanya. “Apa yang telah dilakukan oleh para mahasiswa merupakan wujud pengabdian yang ikhlas, mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat. Kami ucapkan terima kasih atas kerjasama dan kesempatan yang diberikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidorejo Moh. Mundhir Ali, ST., merasa senang atas kehadiran mahasiswa Stisospol Waskita Dharma. Selama sebulan mahasiswa melakukan pengabdian, telah memberikan banyak manfaat untuk kemajuan desa. “Mereka sangat semangat membantu warga, terutama di bidang pendidikan dan memberikan pelatihan kepada anggota PKK,” ungkapnya.

Pagelaran Seni Meriahkan Malam Kenangan Dan Keakraban KKN 4 STISOSPOL Waskita Dharma Malang

MALANG – Malam penutupan kegiatan KKN Kelompok 4 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Politik (STISOSPOL) Waskita Dharma berangsung penuh keakraban. Bertempat di Kantor Balai Desa Sidorejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, Sabtu (7/9) malam, puluhan warga larut dalam suasana gembira di kegiatan Malam Kenangan dan Keakraban KKN Waskita Dharma. Dalam kesempatan tersebut,  juga hadir perangkat Desa Sidorejo dan dosen pendamping mahasiswa KKN.

Mereka menyaksikan aksi anak-anak desa setempat yang menampilkan beberapa seni kreatifitas untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Seperti tari dan musik tradisional, puisi, bela diri dan lain-lain.

Delapan mahasiswa Waskita Dharma menggelar penutupan KKN mereka dengan konsep pagelaran seni budaya. Diawali dengan tari kewer-kewer dan dilanjutkan dengan puisi perjuangan.

Tak mau ketinggalan mahasiswa juga ikut tampil dalam acara tersebut. Eko Wahyudi salah satu mahasiswa KKN menampilkan seni bela diri.

Kepada Malang Post, Eko Wahyu Adi yang dalam hal ini sebagai Koordinator KKN Kelompok 4 Waskita Dharma mengatakan acara pagelaran seni sebagai penutup program KKN merupakan inisiatif para mahasiswa sendiri.

Meskipun tidak banyak persiapan yang dilakukan, acara seni dapat berlangsung dengan sukses. “Latihannya pun tidak banyak, karena mereka sudah terlatih di gubuk baca masing-masing,” ujarnya kepada Malangpostonline.com, beberapa waktu yang lalu.

Malam kenangan dan keakraban KKN Kelompok 4 Stisospol Waskita Dharma juga dimeriahkan oleh seluruh Gubuk Baca Desa Sidorejo dan Musik Keroncong kelompok seni warga.

PROGRAM SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PEDESAAN (SIAP) SEBAGAI WUJUD PERKEMBANGAN ADMINISTRASI DESA SANA LAOK KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN

Desa Sana Laok yang merupakan salah satu desa di wilayah kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan – Pulau Madura dengan karakteristik wilayah yakni perbukitan dan sangat terpencil karena selain jauh juga mengalami kendala infrastukturnya yang belum memadai, menuju lokasi tersebut harus melewati medan yang disekelilingi oleh jurang jurang dan jalannya pun sangat sempit sehingga jika menggunakan mobil harus dikawal oleh sepeda motor di depannya untuk mencegah mobil yang datang dari berlawanan arus. Desa Sana Laok adalah salah satu desa yang dikunjungi oleh Stisospol “Waskita Dhrama” Malang

Kunjungan kali ini bertujuan untuk mensosialisasikan program yang telah dirancang oleh tim IT Stisospol “Waskita Dharma” Malang yaitu Sistem Administrasi Pedesaan (SIAP). Program ini akan membantu pihak pemerintah desa
sebagai wujud perkembangan administrasi. Dimana era sekarang tata kelola pemerintahan administrasi sudah mulai
bergeser dari yang berlaku manual menuju ke arah elektronik. Tata kelola pemerintahan berbasis elektronik
digunakan untuk mempermudah komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Melalui program Sistem
Administrasi Pedesaan (SIAP) menjadi awal langkah perkembangan adiminstrasi. perkembangan adiminstrasi SIAP merupakan upaya dan proses yang dilakukan oleh tim IT Stisospol “Waskita Dharma” Malang untuk mengimplementasikan pemanfaatan komputer, jaringan komputer, dan teknologi informasi untuk menjalankan pemerintahan dan pelayanan public (masyarakat). Apabila Aplikasi SIAP sudah berjalan dengan baik maka akan berdampak postif terhadap pelayanan terhadap publik. Desa Sana Laok
meskipun kendala dalam sinyal internet namun perlahan tentu juga akan harus menuju arah Revolusi industri 4.0

 

WUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAH BERBASIS ELEKTRONIK BERSAMA SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PEDESAAN (SIAP) DESA PULUNGDOWO KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG

Smartphone pasti sudah tidak asing lagi di dalam kehidupan kita. Bahkan banyak orang yang mengatakan tidak bisa
hidup semenit tanpa smartphone. Kadang malah ada 1 orang memiliki lebih dari 1 smartphone, anak-anak, remaja,
ibu-ibu, bapak-bapak dan orang lanjut usia juga sebagai pemakai smartphone. Berbelanja menggunakan e-commers,
memesan makanan melalui go-food, memesan tiket kereta, pesawat, menggunakan mobile banking, terhubung
dengan teman melalui WA, FB, IG , mencari hiburan, mendaftarkan diri untuk sekolah dan banyak aplikasi lainnya
membuat banyak orang merasakan manfaat dari hadirnya teknologi yang canggih satu ini. Cukup melalui
smartphone kita bisa terkoneksi dengan berbagai hal. Paradigma tata kelola pemerintahan juga harus berubah
menuju koneksi yang tanpa batas itu. Tata kelola pemerintahan berbasis elektonik perlu di wujudkan di tingkat
pemerintah desa. Stisospol “Waskita Dharma” Malang sebagai perguruan tinggi yang memiliki jurusan di ilmu
administrasi negara menjadi promotor inovasi aplikasi sistem informasi administrasi pedesaan (SIAP) yang nantinya
akan menjadi solusi mempercepat pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat dengan memanfaatkan jaringan
internet sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah desa. Hanya dengan menggunakan smartphone
nantinya akan dapat dengan menghubungkan pelayanan pemerintah desa dan masyarakat. Selain aplikasi ini pihak
tim IT Stisospol Waskita Dharma Malang juga mengembangkan aplikasi yang berfungsi mengetahui tingkat stok
tanaman pangan di Kabupaten Malang dengan aplikasi Pajale (Padi Jagung dan Kedelai) sebagai wujud
mempertahankan daya ketahanan pangan nasional. Sosialisasi Program SIAP di Desa Pulungdowo Kecamatan
Tumpang berjalan dengan lancar. Ingin Program SIAP hadir di Desa Kamu? Bisa menghubungi Tim Kami.

IMPLEMENTASI REVOLUSI INDUSTRI 4.0 PADA PELAYANAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN PROGRAM SIAP (SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PEDESAAN) DESA DUWET KRAJAN KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG

Melalui Lembaga Kajian Desa dan Kelurahan (LEMKADEKEL) Stisospol Waskita Dharma Malang melakukan kunjungan
ke beberapa desa untuk membagi ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bentuk penelitian dan pengabdian
masyarakat wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada tahun ini bentuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
bertema implementasi revolusi industri 4.0 pada pelayanan desa dan kelurahan dengan program SIAP (Sistem
Informasi Pedesaan). Tidak bisa dipungkiri di tahun 2019 semua sudah berkembang teknologi yang begitu pesat. Jika
pada jaman dahulu untuk berkirim pesan dan informasi membutuhkan waktu yang lama, sekarang tiap detik bahkan
kita bisa berbagi pesan dan informasi dalam wujud teks, gambar bahkan video langsung melalui streaming. Untuk
itu, pelayanan pada pemerintahan desa juga harus berubah seiiring dengan perkembangan teknologi yang ada.
Pelayanan terhadap publik juga terus berinovasi agar membuat masyarakat semakin dimudahkan dalam menerima
jasa dari pemerintah desa. Program SIAP adalah program yang dikembangkan TIM IT Stisospol “Waskita Dharma”
Malang yang bertujuan agar pelayanan di pemerintah pedesaan semakin cepat, efektif, efisien dan mudah dengan
cukup menggunakan smartphone. Melalui smartphone yang pasti sudah banyak dimiliki semua orang kita bisa
mendapatkan pelayanan pemerintah desa kapanpun dan dimanapun. Cukup dengan 3 langkah yakni meminta
username dan pasword lalu mengupload berkas dan terakhir pengambilan berkas kita bisa menerima berkas yang
kita butuhkan dengan mudah. Program SIAP ini bisa dijangkau semua masyarakat desa bila sudah diaplikasikan di
pemerintah desa. Masyarakat tak perlu mendatangi kantor desa, hanya tinggal memonitoring berkas yang
dibutuhkan sampai status berubah menjadi berhasil maka masyarakat hanya tinggal datang dan mengambil berkas
yang dibutuhkan. Cukup mudah bukan? Ayo aplikasikan SIAP di Desa Anda? Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang
saja sudah siap. Bagaimana dengan desa Anda?