BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA DIES NATALIS KE-33 2019

Waskita Dharma – Bakti Sosial Dalam Rangka Dies Natalis Ke 33 Tahun 2019 STISOSPOL Waskita Dharma Malang Mengadakan KHITANAN MASSAL Dengan Khitan menuju generasi yang gemilang yang dihadiri oleh sejumlah masyarakat dan dosen STISOSPOL Waskita Dharma Malang yang telah berpartisipasi dalam acara KHITAN MASSAL bertempat di kampus II STISOSPOL Waskita Dharma Jl. Indragiri V 52-53 Malang,

Gambar : 1.1. Peserta Khitan Massal

 

Dalam acara tersebut peserta dimeriahkan oleh Opening Ceremony penyambutan dengan armada Becak Khusus yang telah dipersiapkan oleh panitia KHITAN MASSAL Lengkap dengan hiasan cantik armada yang akan ditumpangi oleh peserta khitan.

Gambar : 1.2. Hadrah Lagu islami Khitan massal

 

peserta berangkat dari kampus I Jl. Hamid Rusdi III 161.  menuju Kampus II Jl. Indragiri V 52-53 dengan iringan yang juga dimeriahka oleh Hadrah Lagu Islami disepanjang perjalanan sejauh 3 km.

Gambar : 1.3. para supir Armada Becak yang sudah dihiasi

Kapasitas 1 becak yang mereka tumpangi berjumlah 2 orang dalam perjalanan menuju lokasi tentu mereka tidak sendiri karena mereka juga diikuti oleh beberapa pendamping masing-masing dan juga keamanan dari tim task force untuk memandu perjalanan agar tidak mengakibatkan suatu kemacetan sehingga menghambat proses acara yang sedang berlangsung.

Gambar : 1.4. proses perjalanan menuju Kampus II Jl. Indragiri V

menggunakan Armada Becak

 

Saat peserta sampai dilokasi khitan, peserta duduk ditempat yang telah dipersiapkan sambil menunggu panggilan untuk di khitan sembari dihibur dengan iringan Hadrah lagu islami  yang telah dipersiapkan untuk mengisi acara termaksud acara tambahan dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) SOPA dan juga orang tua masing-masing peserta dipersilahkan masuk di gedung sebagai pendamping ketika peserta mendapat giliran.

Gambar : 1.5. peserta khitan yang telah tiba di lokasi

 

Nampak beberapa  peserta yang terlihat ketakutan hingga menangis ketika memasuki ruangan tempat dilakukannya khitan, tenaga medis yang berasal dari alumni STISOSPOL Waskita Dharma Malang berjumlah 3 orang tersebut nampak kewalahan menghadapi peserta yang berjumlah 35 orang tersebut , selain peserta anak-anak, peserta khitan ada juga ada yang dari kalangan usia 20 tahun keatas yaitu mahasiswa S1 dan Mahasiswa S2 juga ikut walau dikatakan jauh dari usia peserta khitan lain yang rata-rata SD (Sekolah Dasar).

Gambar : 1.6. Proses Khitan yang didampingi orangtua

 

Setelah selesai peseta Khitan Kembali ke tempanya dan kemudian akan diberikan sejumlah fasilitas mulai dari uang saku, peralatan sekolah snack dll. Kemudian peserta dan orang tua dipersilahkan untuk  meninggalkan acara demi proses penyembuhannya. (Sabtu, 21/12/19, Penulis Aldi STWD).

Gambar : 1.7.  Peserta Mendapatkan fasilitas uang saku,

peralatan sekolah dan snack

 

 

 

 

 

MODEL BETERNAK CERDAS DI SAAT KEMARAU PANJANG

Waskita Dharma –. Jabung minggu 24/11/19 Problematika yang sering dialami peternak terutama peternak sapi perah di kec. jabung kab. Malang, yaitu pada saat kemarau. Disaat musim seperti ini para peternak sapi perah di hadapi beberapa faktor kesulitan antara lain sulitnya hijauan atau pakan rumput segar yang merupakan makanan pokok sapi perah dan menurunnya sumber air yang merupakan kebutuhan pokok peternak sapi perah khususnya  kec. Jabung kab. Malang.

Kali ini, Penulis sengaja mencari tahu  mengapa para peternak sapi perah masih bertahan hidup saat saat seperti ini, khususnya di kec. Jabung.  kemudian penulis menuju pada peternakan sapi perah milik STISOSPOL Waskita Dharma Malang, yaitu DAIRY FARM STISOSPOL WASKITA DHARMA yang terletak di dusun busu Kec Jabung. Kesan pertama, penulis disuguhi tumpukan pakan kering yang terdiri dari daun tebu dan daun pohon jagung serta jerami yang semuanya kering,  serta dikelilingi tong-tong dan plastik-plastik besar yang berisi bahan bahan rumput yang sudah di proses..

Kemudian penulis dihampiri oleh Bapak Suhartono, salah satu dari karyawan dairy farm waskita dharma. Dalam perbincangannya Bp. Suhartono menjelaskan masa masa sulit dalam menghadapi musim kemarau yaitu kurangnya pakan hijauan dan air, maka diperlukan fermentasi atau proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).

Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, dan unsur Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi yaitu Molase. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah makanan sapi yang telah lama ditumpuk di tempat penampungan makanan sapi lalu di fermentasi. hal tersebut akan menghemat, agar mempunyai banyak cadangan ketika kemarau berkepanjangan, jadi fermentasi sangat bermanfaat walau banyak orang yang menganggap hal tersebut biasa – biasa saja. namun makanan sapi yang di fermentasi sangat bermamfaat selain menghemat makanan juga sebagai penambah nafsu makan sapi perah, selain menjadi cadangan dan penambah nafsu makan, fermentasi juga bisa disimpan meski beberapa lama antara sebulan, dua bulan bahkan setahun. hasil dari fermentasi ini akan selalu bertahan lama untuk makanan sapi, Lanjut Bp. Suhartono dalam keterangannya.

Bapak Suhartono juga menjelaskan tentang cara Fermentasi Pakan Ternak Dengan Suplemen Organik Cair.

Cara fermentasi pakan ternak dengan menggunakan suplemen organik cair GDM, cara ini telah digunakan oleh beberapa mitra kami di pulau Jawa. Khususnya digunakan untuk fermentasi pakan sapi.

Saat ini, pakan fermentasi pakan ternak sedang naik daun. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan yang ada di beberapa daerah sudah mengalami perubahan. Perubahan tersebut utamanya terjadi pada beberapa daerah yang sudah berpenduduk cukup padat, khususnya di pulau Jawa.

Di pulau Jawa, pakan hijauan sudah cukup sulit dicari karena banyaknya bangunan-bangunan baru yang berdiri dilahan tempat tumbuh rumput hijauan. Oleh karena itulah, sudah saatnya para peternak rmembuat sendiri fermentasi pakan ternak, baik itu fermentasi pakan sapi ataupun fermentasi pakan kambing.

Sebelum mengetahui cara membuat pakan fermentasi, para peternak wajib mengetahui kelebihan dari fermentasi pakan ternak. Sehingga para peternak akan merasa lebih yakin untuk melakukan fermentasi pakan ternak.

 

Di Bawah ini beberapa kesimpulan penulis yang bisa kami paparkan kepada para pembaca, khususnya teman teman peternak sapi perah.

Kelebihan Fermentasi Pakan Ternak

  1. Membantu memperbaiki sistem pencernaan pada ternak.
  2. Membantu meningkatkan produksi susu pada kambing/sapi perah.
  3. Membantu meningkatkan selera makan ternak, sehingga dapat mempercepat penambahan bobot secara alami pada ternak penggemukan.
  4. Pakan fermentasi memiliki daya simpan lebih lama, sehingga dapat dikeluakan saat musim kemarau panjang.

 

Banyaknya kelebihan fermentasi pakan ternak, ini menjadikan pakan fermentasi menjadi pakan kesukaan oleh para peternak di Indonesia.

 

Cara Membuat Fermentasi Pakan Ternak

 

Gambar 1.1. Proses Pencacahan bahan pakan kering sebelum pembuatan Fermentasi

 

Setelah para peternak mengetahui kelebihan fermentasi pakan ternak, para peternak pasti ingin mencoba untuk membuat fermentasi pakan ternak. Cara ini telah kami buktikan berhasil dalam membuat fermentasi pakan kambing dan fermentasi pakan sapi, sambung Ir. Pramudya, salah satu penanggungjawab Dairy Farm Waskita Dharma.

Pada dasarnya fermentasi pakan kambing dan fermentasi pakan sapi adalah sama. Karena sapi dan kambing merupakan hewan ruminansia.

Dalam proses fermentasi pakan ternak, para peternak harus menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Para peternak bisa memilih bahan utama pakan fermentasi yang paling mudah ditemui dilingkungan sekitar tempat tinggal para peternak

Kali ini, kami mencontohkan bahan utama jerami padi. Karena jerami padi mudah untuk didapatkan serta dapat dikonsumsi oleh  sapi.

 Bahan Fermentasi Pakan Ternak

  1. Jerami padi : 1 ton.
  2. Molases : 6 Kg.
  3. Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak : 10 Liter
  4. Air secukupnya.

 

Alat Fermentasi Pakan Ternak

  1. Alat pencacah atau pisau.
  2. Drum penyimpan fermentasi
  3. Alat pengaduk
  4. Terpal/alas untuk menaruh bahan.

 

Proses Fermentasi Pakan Ternak

 

Gambar 1.2. Proses fermentasi pakan ternak sapi

 

Setelah para peternak dapat menyiapkan bahan dan alat untuk melakukan proses fermentasi pakan kambing ataupun fermentasi pakan sapi. Maka, langkah selanjutnya yaitu melakukan pembuatan fermentasi pakan ternak. Berikut adalah step by step pembuatan fermentasi pakan :

Cacah jerami terlebih dahulu

Layukan jerami dengan cara diangin-anginkan dibawah sinar matahari hingga kadar airnya menurun sebanyak 60% atau selama satu hari.

Tumpuk jerami setebal 20-30 cm.

Tebar molases, Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak dan air secara merata dan terus tambahkan secukupnya.

Ratakan semua bahan hingga terasa lembab namun tidak terlalu basah. Pastikan juga teksturnya sudah sesuai, kemudian ratakan hingga merata.

Tumpuk kembali jerami yang sudah lembab dengan jerami baru, kemudian berikan perlakuan yang sama dengan sebelumnya. Lakukan hal yang sama hingga tumpukan jerami mencapai ketinggian 1,5 meter.

Simpan jerami yang sudah siap untuk difermentasi selama 21 hari secara tertutup. Usahakan tidak ada udara yang dapat masuk kedalam campuran jerami agar tidak terjadi kontaminasi bakteri lain dari udara. Karena proses ini adalah proses anaerob.

Setelah disimpan selama 21 hari, para peternak sudah boleh mengambil pakan fermentasi yang sudah siap. Setelah mengambil pakan fermentasi sesuai kebutuhan, jangan lupa untuk menutup rapat agar kualitas pakan fermentasi tetap baik. Pakan fermentasi ini dapat disimpan selama berbulan-bulan selama penyimpanannya baik

 

Gambar 1.3. Proses penyimpanan hasil pembuatan fermentasi

 

Keuntungan dengan menggunakan Suplemen organik cair GDM Spesialis Ternak dalam proses fermentasi pakan yaitu dapat menurunkan serat kasar dari pakan hijauan, meningkatkan protein kasar, serta dapat meningkatkan daya cerna. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah makanan sapi yang telah lama ditumpuk di tempat makanan lalu di fermentasi hal tersebut akan menghemat makanan sapi agar mempunyai banyak cadangan ketika kemarau berkepanjangan, jadi fermentasi sangat bermanfaat walau orang menganggapnya biasa biasa saja namun pangan yang di fermentasi sangat bermanfaat selain penambah daya cernah, fermentasi juga bisa bertahan lama antara 1 bulan sampai 1 tahun, hasil fermentasi tersebut akan selalu awet untuk pangan sapi.

 

Gambar 1.4. Hasil fermentasi yang sudah siap

 

Setelah fermentasi sudah di simpan selama 21 hari atau lebih maka fermentasi tersebut bisa langsung diberi makan ke ternak sapi perah yang sebelumnya berada dalam tong-tong plastik yang kemudian dimasukkan ke sak lalu membagikannya ke tiap-tiap tempat makan sapi ternak yang sudah disiapkan dengan air sebagai minuman ketika selesai makan.(Penulis (Aldi/Stwd)

Gambar 1.5 Para Peternak Jawara Waskita Dharma Malang

KHITAN MASSAL STISOSPOL Waskita Dharma Malang

Waskita Dharma – Stisospol Waskita Dharma ditahun 2019 ini kembali mengadakan khitan massal yang dibuka secara umum bagi siapa saja yg mendaftar dengan mengisi formulir yang telah di sediakan di bagian administrasi atau front office kampus cukup membawa pensyaratan KTP & KK aja Pemdaftaran tersebut dibuka secara GRATIS tanpa dipungut biaya.
Khitan massal yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2019.
Info Lanjut Hub contact person 085755933677

STUDI LAPANGAN Ds. Mulyoagung Kec. Dau Kab. Malang

Waskita Dharma – Stisospol Waskita Dharma Malang mengemban tugas Mata kuliah yang meliputi kegiatan Studi Lapangan di dusun Mulyoagung Kec. Dau Kab. Malang, tugas mata kuliah semester V Stisospol Waskita Dharma pada tahun 2019 ini memiliki program Studi lapangan yang diselenggarakan oleh dosen mata kuliah Kewirausahaan yaitu Dr. Indiati. S.Hum sesuai dengan Mata kuliah yang diampuhnya. Dalam program ini, kami melaksanakan kegiatan studi dengan tema penerapan tentang bagaimana berwirausaha , lokasi yang kami tujuh yaitu TPST atau tempat pembuangan sampah dalam hal memamfaatkan sampah kemudian di daur ulang sehingga bisa menghasilkan uang, dalam Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat di Daerah terutama di desa. di sela-sela kunjungan tersebut kami sempat bertemu sekaligus melakukan wawancara oleh para pekerja yang ada di tpst tersebut mulai dari pekerja tukang milah milah sampah plastik, sampah botol hinggga petugas yang mengangkut sampah ke daerah penampungan terkahir.
Dr. Indiati Menuturkan pemamfaatan sampah sebagai bentuk cara berwirausaha mulai dari kecil kecilan untuk itu saya sarankan kepada para maahasiswa khususnya semester V agar bisa menjadikan pelajaran atas kunjungan kita hari ini tentang bagaimana cara memamfaatkan sampah untuk bisa menghasilkan uang kerana tanpa kita sadari kita seringkali menyalah gunakan sampah dan menganggap sampah sebagai bahan yang busuk atau tidak ada kegunaannya, padahal sampah dapat membantu kita jika kita gunakan sebaik baiknya dan mengetahui mamfaat sampah tersebut.
dosen Kewirausaan tersebut menambhkan bahwa mahasiswa harus bisa belajar cara berwirausaha dengan baik, karena orang sukses itu orang yang benar-benar ingin mau berusaha misalnya dalam dunia bisnis/usaha tanpa harus memiliki modal yang besar tapi dimulai dari nol pun bisa asalkan ada keinginan yang kuat.
saat memasuki TPST Kami melakukan wawancara dengan beberapa pekerja diantaranya bapak supardi beliau menyebutkan bahwa jika adik adik mahasiswa Stisospol Waskita Dharma dalam rangka kunjungan Studi Kewirausahaan salah satu bentuk berwirausaha maka disini contoh tempat berwirausaha seperti yang dilakukan oleh para pekerja warga ds mulyoagung mulai dari memilah milah sampah plastik, botol, kertas dan sebagainya. ”itu juga sebagai bentuk usaha walau dikatakan cukup dipandang reme. kendala yang kami alami ketika sampah yang ada di penampungan kelamaaan lebih dari 1 hari maka sampah sampah tersebut akan membusuk dan tak jarang mendapatkan kecaman dari warga sekitar karna baunya yang sangat menyengat. ujarnya”
sampah plastik, botol dan kertas yang telah dikumpulkan akan akan dipisahkan kemudian bagian pengangkut akan membawanya ke perusahaan yang akan membelinya, nah dari hasil penjualan yang dibeli oleh perusaan tersebut itu yang akan dijadikan gaji karyawan walaupun sebagian dari gaji tersebut dari warga sekitar, Mantan Dosen Universitas Brawijaya Tersebut menambahkan sering kali gaji mereka tidak nutup untuk itu saya mengambil alternatif dengan cara meminjamkan gaji untuk buru dari perusahaan tempat penjualan sampah bekas tersebut, meski harga biasanya dipermainkan oleh perusahaan yang membelinya, ujar Supardi kamis 14/11/19 Penulis (Aldi/Stwd)