MODEL BETERNAK CERDAS DI SAAT KEMARAU PANJANG

Waskita Dharma –. Jabung minggu 24/11/19 Problematika yang sering dialami peternak terutama peternak sapi perah di kec. jabung kab. Malang, yaitu pada saat kemarau. Disaat musim seperti ini para peternak sapi perah di hadapi beberapa faktor kesulitan antara lain sulitnya hijauan atau pakan rumput segar yang merupakan makanan pokok sapi perah dan menurunnya sumber air yang merupakan kebutuhan pokok peternak sapi perah khususnya  kec. Jabung kab. Malang.

Kali ini, Penulis sengaja mencari tahu  mengapa para peternak sapi perah masih bertahan hidup saat saat seperti ini, khususnya di kec. Jabung.  kemudian penulis menuju pada peternakan sapi perah milik STISOSPOL Waskita Dharma Malang, yaitu DAIRY FARM STISOSPOL WASKITA DHARMA yang terletak di dusun busu Kec Jabung. Kesan pertama, penulis disuguhi tumpukan pakan kering yang terdiri dari daun tebu dan daun pohon jagung serta jerami yang semuanya kering,  serta dikelilingi tong-tong dan plastik-plastik besar yang berisi bahan bahan rumput yang sudah di proses..

Kemudian penulis dihampiri oleh Bapak Suhartono, salah satu dari karyawan dairy farm waskita dharma. Dalam perbincangannya Bp. Suhartono menjelaskan masa masa sulit dalam menghadapi musim kemarau yaitu kurangnya pakan hijauan dan air, maka diperlukan fermentasi atau proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).

Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, dan unsur Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi yaitu Molase. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah makanan sapi yang telah lama ditumpuk di tempat penampungan makanan sapi lalu di fermentasi. hal tersebut akan menghemat, agar mempunyai banyak cadangan ketika kemarau berkepanjangan, jadi fermentasi sangat bermanfaat walau banyak orang yang menganggap hal tersebut biasa – biasa saja. namun makanan sapi yang di fermentasi sangat bermamfaat selain menghemat makanan juga sebagai penambah nafsu makan sapi perah, selain menjadi cadangan dan penambah nafsu makan, fermentasi juga bisa disimpan meski beberapa lama antara sebulan, dua bulan bahkan setahun. hasil dari fermentasi ini akan selalu bertahan lama untuk makanan sapi, Lanjut Bp. Suhartono dalam keterangannya.

Bapak Suhartono juga menjelaskan tentang cara Fermentasi Pakan Ternak Dengan Suplemen Organik Cair.

Cara fermentasi pakan ternak dengan menggunakan suplemen organik cair GDM, cara ini telah digunakan oleh beberapa mitra kami di pulau Jawa. Khususnya digunakan untuk fermentasi pakan sapi.

Saat ini, pakan fermentasi pakan ternak sedang naik daun. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan yang ada di beberapa daerah sudah mengalami perubahan. Perubahan tersebut utamanya terjadi pada beberapa daerah yang sudah berpenduduk cukup padat, khususnya di pulau Jawa.

Di pulau Jawa, pakan hijauan sudah cukup sulit dicari karena banyaknya bangunan-bangunan baru yang berdiri dilahan tempat tumbuh rumput hijauan. Oleh karena itulah, sudah saatnya para peternak rmembuat sendiri fermentasi pakan ternak, baik itu fermentasi pakan sapi ataupun fermentasi pakan kambing.

Sebelum mengetahui cara membuat pakan fermentasi, para peternak wajib mengetahui kelebihan dari fermentasi pakan ternak. Sehingga para peternak akan merasa lebih yakin untuk melakukan fermentasi pakan ternak.

 

Di Bawah ini beberapa kesimpulan penulis yang bisa kami paparkan kepada para pembaca, khususnya teman teman peternak sapi perah.

Kelebihan Fermentasi Pakan Ternak

  1. Membantu memperbaiki sistem pencernaan pada ternak.
  2. Membantu meningkatkan produksi susu pada kambing/sapi perah.
  3. Membantu meningkatkan selera makan ternak, sehingga dapat mempercepat penambahan bobot secara alami pada ternak penggemukan.
  4. Pakan fermentasi memiliki daya simpan lebih lama, sehingga dapat dikeluakan saat musim kemarau panjang.

 

Banyaknya kelebihan fermentasi pakan ternak, ini menjadikan pakan fermentasi menjadi pakan kesukaan oleh para peternak di Indonesia.

 

Cara Membuat Fermentasi Pakan Ternak

 

Gambar 1.1. Proses Pencacahan bahan pakan kering sebelum pembuatan Fermentasi

 

Setelah para peternak mengetahui kelebihan fermentasi pakan ternak, para peternak pasti ingin mencoba untuk membuat fermentasi pakan ternak. Cara ini telah kami buktikan berhasil dalam membuat fermentasi pakan kambing dan fermentasi pakan sapi, sambung Ir. Pramudya, salah satu penanggungjawab Dairy Farm Waskita Dharma.

Pada dasarnya fermentasi pakan kambing dan fermentasi pakan sapi adalah sama. Karena sapi dan kambing merupakan hewan ruminansia.

Dalam proses fermentasi pakan ternak, para peternak harus menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Para peternak bisa memilih bahan utama pakan fermentasi yang paling mudah ditemui dilingkungan sekitar tempat tinggal para peternak

Kali ini, kami mencontohkan bahan utama jerami padi. Karena jerami padi mudah untuk didapatkan serta dapat dikonsumsi oleh  sapi.

 Bahan Fermentasi Pakan Ternak

  1. Jerami padi : 1 ton.
  2. Molases : 6 Kg.
  3. Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak : 10 Liter
  4. Air secukupnya.

 

Alat Fermentasi Pakan Ternak

  1. Alat pencacah atau pisau.
  2. Drum penyimpan fermentasi
  3. Alat pengaduk
  4. Terpal/alas untuk menaruh bahan.

 

Proses Fermentasi Pakan Ternak

 

Gambar 1.2. Proses fermentasi pakan ternak sapi

 

Setelah para peternak dapat menyiapkan bahan dan alat untuk melakukan proses fermentasi pakan kambing ataupun fermentasi pakan sapi. Maka, langkah selanjutnya yaitu melakukan pembuatan fermentasi pakan ternak. Berikut adalah step by step pembuatan fermentasi pakan :

Cacah jerami terlebih dahulu

Layukan jerami dengan cara diangin-anginkan dibawah sinar matahari hingga kadar airnya menurun sebanyak 60% atau selama satu hari.

Tumpuk jerami setebal 20-30 cm.

Tebar molases, Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak dan air secara merata dan terus tambahkan secukupnya.

Ratakan semua bahan hingga terasa lembab namun tidak terlalu basah. Pastikan juga teksturnya sudah sesuai, kemudian ratakan hingga merata.

Tumpuk kembali jerami yang sudah lembab dengan jerami baru, kemudian berikan perlakuan yang sama dengan sebelumnya. Lakukan hal yang sama hingga tumpukan jerami mencapai ketinggian 1,5 meter.

Simpan jerami yang sudah siap untuk difermentasi selama 21 hari secara tertutup. Usahakan tidak ada udara yang dapat masuk kedalam campuran jerami agar tidak terjadi kontaminasi bakteri lain dari udara. Karena proses ini adalah proses anaerob.

Setelah disimpan selama 21 hari, para peternak sudah boleh mengambil pakan fermentasi yang sudah siap. Setelah mengambil pakan fermentasi sesuai kebutuhan, jangan lupa untuk menutup rapat agar kualitas pakan fermentasi tetap baik. Pakan fermentasi ini dapat disimpan selama berbulan-bulan selama penyimpanannya baik

 

Gambar 1.3. Proses penyimpanan hasil pembuatan fermentasi

 

Keuntungan dengan menggunakan Suplemen organik cair GDM Spesialis Ternak dalam proses fermentasi pakan yaitu dapat menurunkan serat kasar dari pakan hijauan, meningkatkan protein kasar, serta dapat meningkatkan daya cerna. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah makanan sapi yang telah lama ditumpuk di tempat makanan lalu di fermentasi hal tersebut akan menghemat makanan sapi agar mempunyai banyak cadangan ketika kemarau berkepanjangan, jadi fermentasi sangat bermanfaat walau orang menganggapnya biasa biasa saja namun pangan yang di fermentasi sangat bermanfaat selain penambah daya cernah, fermentasi juga bisa bertahan lama antara 1 bulan sampai 1 tahun, hasil fermentasi tersebut akan selalu awet untuk pangan sapi.

 

Gambar 1.4. Hasil fermentasi yang sudah siap

 

Setelah fermentasi sudah di simpan selama 21 hari atau lebih maka fermentasi tersebut bisa langsung diberi makan ke ternak sapi perah yang sebelumnya berada dalam tong-tong plastik yang kemudian dimasukkan ke sak lalu membagikannya ke tiap-tiap tempat makan sapi ternak yang sudah disiapkan dengan air sebagai minuman ketika selesai makan.(Penulis (Aldi/Stwd)

Gambar 1.5 Para Peternak Jawara Waskita Dharma Malang